Meraih Berkah Melalui Doa Anak Yatim

Harian Bhirawa: Kamis, 20 Desember 2012

Junaidi Khab's Cover Masuk Surga Berkat Doa Anak Yatim

Junaidi Khab’s Cover Masuk Surga Berkat Doa Anak Yatim

Judul               : Masuk Surga Berkat Doa Anak Yatim

Penulis             : Muhammad Syukron Maksum

Penerbit           : Safirah

Cetakan           : I, November 2012

Tebal               : 178 Halaman

ISBN               : 978-602-7665-37-8

Peresensi         : Junaidi*

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak mengajurkan memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’uun: ayat 1-3).

Kita tahu sendiri bahwa mayoritas  masyarakat di Indonesia adalah beragama Islam. Dan memang menjadi sebuah aturan bahwa masyarakat Indonesia wajib memeluk salah satu dari lima agama; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Namun mayoritas masyarakat Indonesia lebuh didominasi oleh pemeluk agama Islam. Dari ayat tersebut mencerminkan bahwa masih ada di antara pemeluk agama yang masih mendustakan agamanya sendiri, khususnya mereka yang beragama Islam. Digambarkan mereka yang mendustakan agama adalah mereka yang mengahardik anak yatim.

Jika memang masih ada di antara kita yang memeluk agama dan menghardik anak yatim berarti dalam berkeyakinan kita masih belum begitu mayakini ajaran yang ada dalam agama kita masing-masing, khsusnya Islam. Padahal seluruh ajaran agama adalah untuk menciptakan kedamaian dan saling menyayangi. Maka dari itulah, kita sebagai umat yang beragama harus menunjukkan bahwa kita ini bukanlah pendusta agama yang kita anut dengan menyantuni anak yatim.

Menyantuni anak yatim akan mengundang rezeki dan keberkahan, serta mempermudah terkabulnya doa. Selain itu pula, akan melunakkan hati dan memenuhi kebutuhan hidup dengan tanpa disangka-sangka. Begitu pula anugerah akan melimpah jjika kita menyantuni anak yatim. Serta orang-orang yang selagi muslim akan masuk surga jika menyantuni anak yatim dengan sepenuh hati (Hal. 23-53).

Memang sulit untuk menyantuni anak yatim, karena secara rasional dan kekerabatan mereka tidak ada hubungan keluarga dengan kita. Memang dengan tumbuhnya keimanan sebagai umat yang beragama itu bukanlah alsan lagi untuk tidak menyantuni anak yatim. Anak yatim membutuhkan kita dengan berbagai bentuk belaian kasih sayang dan motivasi yang dapat mencerahkan kehidupannya yang tanpa didampingi oleh orang tuanya, entah karena orang tuanya mati atau karena alasan lain seperti anak buangan, na’udzu billah min dzalik.

Mereka (anak yatim) lebih mulai daripada kita yang hina ini. Harus disadari, ketika kita memberi bantuan kepada anak yatim, sebenarnya kita yang sedang meminta bantuan kepada mereka. Doa anak yatim manjur, bagaikan jalan tol, tutur laki-laki yang mengajar seni budaya, karakter, dan motivasi di beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Solo (Hal. 171).

Bukan siapa yang membutuhkan kita, akan tetapi anak yatim mebutuhkan kita. Begitu pula kita membutuhkan anak yatim. Kita harus menyayangi, paling tidak kita tidak menghardiknya. Karena doa seorang yatim sangatlah tajam dan mudah terkabulkan. Karena anak yatim merupakan mahluk yang disayang oleh Tuhan dan dicintai oleh Rasullah Saw. Rasulullah Saw mengibaratkan dirinya dengan anak yatim di akhirat kelak akan bagaikan jari telunjuk dan jari tengah yang tidak dapat terpisahkan.

Saat ini, banyak kita jumpai panti-panti asuhan yang tersebar di seluruh kota di Indoensia. Namun, sebelum kita memberikan bantuan, ada baiknya diselidiki dahulu dan dicari informasi mengenai panto-panti yang amanah. Sebab banya kditemui beberapa panti yang dimanfaatkan oleh pengurusnya untuk mencari sumbangan demi keuntungan pribadi (Hal. 173).

Kita perlu waspada dan hati-hati untuk memberikan bantuan kepada anak yatim yang melalui berbagai yayasan dan panti asuhan tertentu. Karena terkadang kita ditipu oleh pengelolanya yang mengatasnamakan yayasan atau panti asuhan anak yatim. Dana yang kita berikan tidak dibrikan kepada anak yatim, akan tetapi digunakan untuk kepentingan pribadinya.

Memang tidak menjadi persoalan kita telah berniat untuk membantu anak yatim meski harta kita disalahgunakan oleh orang lain. Akan tetapi, alangkah baiknya jika memang waspada, agar dana yang kita amalkan untuk menyantunia anak yatim dan kaum dhu’afa benar-benar tepat sasaran. Selain itu pula kehati-hatian kita pula agar beban anak yatim benar-benar berkurang dengan bantuan yang kita berikan secara sukarela melalui yayasan atau panti asuhan yang peduli dengan anak-anak yatim.

Buku putih ini menyajikan berbagai keagungan doa anak yatim dan kemuliaan memelihara dan menyantuni anak yatim. Berbagai uraian begitu mudah dipahami dan disertai berbagai hadits sebagai dasar-dasar penguat cerita dan kemuliaan serta mustajabnya doa seorang yatim. Dari buku ini pula kita akan diajak untuk belajar bagaiaman selayaknya bersikap terhadap anak yatim. Cerita demi cerita dalam buku ini akan memberikan pelajaran berharga untuk menggugah para pembaca. Baik dari menyantuni, manyayangi, dan memperlakukan anak yatim dengan penuh kasih sayang yang sangat tulus. Sehingga keberadaan anak yatim tidak akan terisolasi lagi dari kehidupan yang dianggap mengekangnya karena tanpa kasih sayang dari seorang ayah kandung sendiri.

* Peresensi adalah pegiat organisasi keislaman fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                               : 087866119361

E-Mail                         : john_gapura@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: