Sudah Damai tapi Tetap Ditahan

RADAR SURABAYA ● Minggu, 26 Februari 2012

 

Yth. Pengasuh Rubrik Konsultasi Hukum. Saya adalah salah satu warga Sumenep, Madura. Saya mempunyai seorang teman masuk penjara karena kecelakaan menabrak seorang kakek di jalan raya hingga meninggal dunia. Dalam kasus tersebut dia harus menjalani kurungan dan meninggalkan kuliahnya. Dalam kesepakatan kekeluargaan, dia akan mengurung diri di dalam penjara sampai hari ketujuh dari kematian kakek yang meninggal tersebut, karena kalau tidak dipenjara dirasa terlalu mencolok melanggar undang-undang negara. Setelah tiba dan selesai hari ketujuh kematian kakek tersebut, antara pihak keluarga damai, dan dia akan dibebaskan dari penjara secara kekeluargaan. Namun dari pihak kepolisian masih bersihkukuh tetap menahannya karena ada aturan dan undang-undang yang telah mengikatnya.

Mana kuatkah antara penyelesaian kekeluargaan dan hukum negara dalam suatu kasus, lebih-lebih dalam kasus ini? Apakah teman saya ini bisa bebas dari kurungan karena dengan pihak keluarga telah damai dan keluarga telah menerima atas kematian keluarganya tersebut? Mohon penjelasannya, dan atas jawabannya kami ucapkan terimakasih.

JUNAIDI

Sumenep, Madura

JAWABAN:

Dalam hukum pidana dibuatankenal dua jenis perbuatan: kejahatan dan pelanggaran Kejahatan adalah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan UU tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa keadilan masyarakat. contohnya: mencuri, membunuh, berzinah, memperkosa dsb._

-Pelanggaran adalah perbuatan yang hanya dilarang oleh UU, seperti tidak memakai helm, _ tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendara dsb.

Melanggar aturan hukum pidana segera diambil tindakan oleh aparat hukum, tanpa ada pengaduan atau laporan dari pihak yang dirugikan. Kecuali tindak pidana yang terma-suk delik aduan, seperti perkosaan, perzinahan, KDRT dan pencurian oleh keluarga. Sedangkan terdakwa yang terbukti kesalahannya dapat dipidana mati/dipenjara/kurungan atau denda, bisa juga pidana tambahan seperti dicabut hak2 tertentu.

Dalam kasus kecelakaan teman saudara ini yang menyebabkan orang yang tertabrak meninggal dunia

dan bisa dikenai dakwaan Pasal 310 ayat 4 UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Darat

_mengatur bahwa orang yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia terancam__hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.12.000.000,-. Atau Pasal 359 KUHP yang berbunyi: Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang lain mati diancam hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Dalam kasus kecelakaan yang menyebabkan orang yang tertabrak meninggal dunia ini bukan termasuk delik aduan, tetapi termasuk delik biasa. Sehingga secara hukum positif terhadap kasus sebagaimana dimaksud tidak bisa dicabut atau dihentikan.

Penahanan terhadap tersangka selama 7 (tujuh) hari bukanlah sebagai sanksi pidana atas kesalahan yang dilakukan. Tetapi hal itu dilakukan untuk keperluan penyidikan dan untuk diteruskan lebih lanjut ke kejaksaan dan peradilan.

Semoga jawaban ini dapat memberikan pemahaman hukum atas peristiwa yang menimpa teman saudara.

Terima kasih.

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: