Organisasi sebagai Wahana Pencetak Pemimpin Sejati

DUTA MASYARAKAT: Minggu, 12 Agustus 2012

 

Junaidi Khab's Cover

Junaidi Khab’s Cover

Judul          : Budaya Organisasi

Penulis       : Laksmini Riani

Penerbit     :GRAHA ILMU

Cetakan     : II, 2012

Tebal         : vii+124 Hlm.

Peresensi   : Junaidi*

Organisasi adalah penyususnan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi satu kesatuan serta susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga membentuk kesatuan yang teratur sehingga muncul gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).

Budaya organisasi merupakan pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, mencetak karyawan, dan sosok pemimpin yang mampu beradaptasi dengan lingkungan, masyarakat, dan mampu mempersatukan anggota-anggotan dan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama. Untuk itu harus disosialisasikan kepada anggota dan masyarakat sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir, dan merasakan problem yang dihadapi dalam hidup ini. Pemimpin yang sejati adalah mereka yang bisa bertanggung jawab atas kepemimpinannya.

Intensitas kajian terhadap budaya organisasi ternyata berbeda-beda antara satu pakar dengan pakar yang lainnya. Hal ini sangat dipengaruhi oleh perspektif atau aliran dalam teori organisasi. Dari nama aliran juga terdapat perbedaan, akan tetapi dari segi substansi bahasan terdapat tumpang tindih. Misalkan, Hatch (2000) menyajikan empat perspektif, yaitu: classical, modern, symbolic interpretative, dan post-modern (Hal. 02).

Shafirtz dan Ott (2001) menyajikan Sembilan aliran, yaitu: classical organization theory, neoclassical organization theory, human resources theory atau organizational behavior theory, modern structural organization theory, system theory and organizational economics, power and politics organization theory, organizational culture and sense making, organizational culture reform movement, dan postmodern and the information age.

Kini Laksmini sebagai sosok penengah dari dua persektif mengenai organisasi. Dari dua perspektif organisasi tersebut dalam pembahasan Laksmini, bahwa budaya organisasi dalam perspektif Hatch membahas perspektif symbolic  interpretative. Sedangkan menurut Shafirtz dan Ott, budaya organisasi secara khusus dibahas pada perspektif ketujuh, yaitu organizational culture and sense making, dan pada perspektif kedelapan, yaitu organizational culture reform movements.

Hatch, Shafirtz, dan Ott mempunyai kesamaan pada penamaan perspektif awal sebagai perspektif klasik dan juga pada perspeltif akhir, yaitu postmodern, namanya berbeda dalam penamaan perspektif lainnya. Selanjutnya Brown (1998) mengajukan empat aliran dalam teori organisasi dan sejauh mana pengaruh masing-masing aliran ini terhadap perkembangan budaya organisasi, yaitu: human relation, modern structural theory, system theory, dan power and politics.

Aliran human relation berkembang pada tahun 1950-an dan 1960-an yang dipelopori oleh Chris Argyris dan Warren Bennis. Kemudian aliran ini dikembangkan atas dasar teori baru tentang motivasi dan dinamika kelompok. Aliran ini menekankan bahwa organisasi eksis untuk melayani kebutuhan manusia. Sumbangan aliran ini kepada teori organisasi, khususnya terhadap budaya organisasi adalah tentang pengkajian konsep-konsep: belief, values, dan attitude yang turut mempertajam perpektif budaya organisasi (Hal. 08).

Dari pembahsan Laksmini ini kita akan mendapat berbagai stimulasi keorganisasian yang lebih dari sebelumnya. Karena organisasi bisa mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan individual tertentu. Selain itu pula, budaya organisasi akan membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggotanya. Sehingga budaya berorganisasi perlu kita tata dengan baik dan benar demi mencapai tujuan bersama.

Organisasi sebagai recognition yang mampu mengakui etnis dan mencari ketenaran, dan keadilan antar sesama. Organsiasi sebagai power, yaitu kekuatan yang mampu membawa masyarakat ke arah kemajuan. Dengan organisasi pula sesorang akan cenderung untuk menyukai interaksi sosial dengan masyarakat. Karena sangat sulit untuk menjadi pemimpin yang mampu berinteraksi secara langsung dengan masyarakat (Hal. 32-38).

Melihat keadaan yang demikian, sehingga Laksmini melalui buku mini ini tertarik untuk mengulas tuntas pentingnya budaya berorganisasi dan menjalankan organisasi dengan mencetak pemimpin yang berjiwa pemimpin sehingga pemimpin itu sesuai dengan keinginan masyarakat umum. Selain itu pula, organsiasi tidak hanya fokus pada pemerintahan, akan tetapi juga perusahan, pertokoan, dan lainnya perlu meniru system budaya organsiasi.

Dengan demikian, budaya organisasi memiliki peran cukup andil dalam membangun dan mendesain kembali sistem pengendalian manajemen pemerintahan dan tatanan kehidupan sosial. Tentu sebagai alat untuk mencipatakan komitmen agar para anggota berantusias untuk melaksanakan perancanaan yang berkaitan dengan programming, budgeting, controlling, monitoring, dan evaluation. Sehingga untuk mencetak pemimpin yang sejati dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya perlu panduan khusus untuk mencapai tujuan tersebut.

Seringkali kita merasakan adanya perbedaan sikap dan perilaku khas yang muncul dari para karyawan, pimpinan/pemimpin, maupun stakeholder internal dari suatu organisasi dibandingkan dengan organisasi yang lainnya. Tentu kita perlu mengetahui lebih dalam ciri khas yang membedakan antara organisasi/perusahaan satu dengan organisasi lainnya tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas organsiasi yang kita jalankan. Laksmini melalui buku ini memaparkan dengan lugas dan jelas mengenai pentingnya peran budaya organisasi pada anggotanya dan peran budaya organsiasi pada kinerja organisasi, ruang lingkup budaya organisasi, penerapan budaya organisasi, perubahan budaya organisasi, serta beberapa contoh dan perbandingan yang cukup akurat dengan perkembangan budaya organisasi.

* Peresensi adalah jurnalis pada Student Pers Institution of Solidaritas IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: