Meluruskan Pembid’ahan Acara Maulid

DUTA MASYARAKAT: 4 Maret 2012

Junaidi Khab's Cover

Junaidi Khab’s Cover

Judul          : Peringatan Maulid Nabi Saw (Keutamaan, Faedah, dan Hukum Berdiri)

Editor         : Noviana Herliyanti

Penerbit     :Muara Progresif

Cetakan     : I, 2012

Tebal         : vi + 66 hlm; 12×18 cm.

Peresensi   : Junaidi*

Peringatan maulid nabi Muhammad Saw. merupakan sebuah tradisi ummat islam yang dituding sebagai sebuah bid’ah, dan hal tersebut memang diakui sebagai bid’ah karena memang tidak pernah dilakukan pada masa nabi Muahammad Saw. Dalam sejarah perjalanan tradisi maulidan itu tidak lepas dari berbagai macam kontroversi di antara kalangan ummat islam sendiri. Ada sebagian golongan yang mengatakan bahwa acara maulidan merupakan bid’ah yang menyesatkan, ungkapan ini merupakan dengan tujuan untuk memurnikan ajaran tauhid.

Memang tidak mengherankan jika acara maulidan itu menjadi kontroversi di kalangan kaum muslimin. Karena keberadaan hal tersebut lepas dari kebiasaan dan adat yang ada pada masa Rasulullah Saw. Namun tidak sepantasnya sebagai sesama ummat islam mengklaim dengan pandangan yang tidak baik kepada mereka yang menyemarakkan acara maulidan tersebut.

Dalam menenengahi kasus tersebut kini hadir buku yang cukup relatif kecil dan cukup handal untuk dijadikan sebuah pegangaan. Melalui beberapa dalil dan penjelasan yang diurai dengan detail dan cermat pembaca akan menemukan sebuah perbandingan dan cara pandang sendiri mengenai pelaksanaan acara maulidan. Acara maulid ini tidak hanya dirayakan di Indonesia saja, akan tetapi di berbagai Negara di dunia menyemarakkan dengan pembacaan kisah tentang kehidupan nabi Muhammad Saw.

Jika ada sebagian golongan yang menuding acara maulidan itu bid’ah yang menyesatkan, maka secara otomatis mereka menganggap sesat para tokoh-tokoh besar islam yang keilmuan dan pengetahuannya berada pada level tinggi. Yang sangat mencolok kontroversi tersebut adalah memperdebatkan saat acara maulidan harus berdiri, ini yang menjadi sebuah perdebatan di antara kaum muslimin yang tidak setuju dengan acara penggelaran maulidan. Melalui buku ini pembaca kan mendapat sebuah analogi mengenai hukum berdiri dengan sendirinya.

Sedikit dari ucapan Imam Syafi’i R.A berkata dalam buku ini: “Perkara yang baru dan menyalahi Alquran, Sunnah, Kesepakatan Ulama’, dan atsar adalah Bid’ah Dholalah (menyesatkan). Namun suatu hal yang pada dasarnya baik, maka hal itu terpuji”.

Jadi, apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’I bahwa meskipun hal itu tidak ada pada masa Rasulullah Saw. dan di kemudian hari ummat islam melakukan apa saja yang ada dengan sangkut pautnya dalam kehidupan namun tidak menyalahi ajaran islam dan dianggap baik, maka itu tidak jadi masalah. Bahkan jika perbuatan itu mendatangkan sebuah manfaat, maka sangatlah dianjurkan oleh syariat islam.

Sebenarnya jika kita perhatikan secara cermat dalam kehidupan kita sehari-hari, perkara atau tindakan yang tidak mendatangkan bahaya bukanlah harus diidentik dengan bid’ah dan sesat. Bisa jadi mereka yang mengklaim ummat islam yang merayakan acara maulidan bid’ahnya lebih parah. Mereka pikir dalam kehidupannya tidak melakukan bid’ah, padahal mereka menggunakan alat-alat yang serba mesin, seperti komputer, motor, dan berbagai sarana kehidupan kekinian. Pada masa Nabi tidak ada alat-alat canggih seperti sekarang ini, akan tetapi mengapa mereka masih menganggap bid’ah acara maulid jika memang tidak ada konflik pribadi atau politik?

Mereka hanya berani membid’ahkan hal yang ada kaitannya dengan kegiatan-kegiatan keislaman. Dan tidak berani membid’ahkan hal-hal yang lebih umum dari keislaman, seperti saat pengibaran bendera merah putih pada acara-acara kenegaraan, hari kemerdekaan Nergara Republik Indonesia. Padahal mereka yang ikut serta dalam acara pengibaran bendera merah putih mayoritas ummat Islam Indonesia yang memberikan rasa hormat saat bendera akan dikibarkan.

Hal yang sangan ironis sekali jika melihat pada fenomina ini. Bid’ah yang selalu dibeberkan dan dibawa ke sana ke mari, tetapi tidak pernah mengontrol dirinya dalam kehidupan sehari-hari yang sudah nyata bergelumun dengan perkara-perkara bid’ah. Melalui penjelasan-penjelasan dalam buku ini, pembaca diajak untuk berpikir lebih rasional mengenai pembid’ahan perbuatan yang dilakukan oleh ummat islam pada acara maulidan.

Jika kita membahas mengenai keutamaan dan manfaat merayakan maulid nabi Muhammad Saw. sangatlah banyak hal-hal yang istimewah dalam perayaannya. Diceritakan pula dalam buku ini bahwa pada masa raja Abdul Malik bin Marwan hidup seorang pemuda tampan di kota Syam, ia senang bermain dan mengendari kuda. Suatu hari ketika ia menunggangi kuda tiba-tiba kudanya tidak bisa dikendalikan dan lari membawanya ke gang-gang kota Syam. Hingga pada suatu tempat kudanya menabrak anak seorang raja sampai mati.

Mendengar kematian puteranya itu lalu raja memerintahkan pemuda itu agar menghadap untuk diadili. Saat pada pertengahan perjalan menuju istana, pemuda itu bergumam “Jika aku dibebaskan dari hukuman, maka aku akan menggelar acara walimah besar-besaran sekaligus membaca maulid nabi Muhammad Saw”.

Alangkah bahagianya hati pemuda tersebut, raja memaafkan dan ia dibebaskan dari hukuman sekaligus mendapat uang seribu dinar dari raja untuk melaksanakan acara yang telah dinadzarkan pada pertengahana perjalannya. Sungguh sangat menakjubkan kisah tentang pemuda ini. Melalui alur penjelasan yang ada di dalam buku ini kita akan bisa merasionalkan tentang hukum bid’ah, dan kontroversi berdiri ketika acara perayaan kelahiran nabi Muhammada Saw.

 

* Peresensi adalah mahasiswa Jurusan Sastra Inggri fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

No. Rekening                 : 00064-01-51-005338-1 Cabang BTN.

Hp                                 : 087866119361

 NPWP                                    : 36.571.243.9-608.000

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: