Perawan Tua Menemukan Cinta

RADAR SURABAYA ● Minggu, 15 Juli 2012

Junaidi Khab Cinta Suci Zahrana

Junaidi Khab Cinta Suci Zahrana

Judul               : Cinta Suci Zahrana

Penulis             : Habiburrahman Al Shirazy

Penerbit           :Ihwah Publishing House

Cetakan           : VII, 2011

Tebal               : vi+284 Halaman: 12×18 cm

Peresensi         : Junaidi*

Siapa yang tidak mengenal Habiburrahman Al Shirazy dengan sapaan akrabnya Kang Abik. Beliau merupakan salah satu novelis terbaik tingkat nasonal hingga di Asia Tenggara. Beliau mulai mewarnai dunia kepenulisan dan kesusastraan dengan difilmkan sebuah novelnya yang berjudul “Ayat-ayat Cinta”. Mulai saat itulah Kang Abik banyak mendapat apresiasi lebih dari berbagai kalangan.

Selain itu pula “Ketika Cinta Bertasbih” yang memberikan kesan cukup bermotivasi bagi kalangan santri dan mahasiswa yang masih bujang dan berada dalam lingkungan akademika. Karena alur cerita dalam novel tersebut merupakan perjuangan pemuda desa yang menempuh pendidikannya dengan usaha kecil-kecilan. Sungguh menakjubkan sekali ketika kita membaca novel-novel karya Kang Abik, bulu-bulu roma berdiri tanpa dirasa, air mata mengucur tanpa disadari. Karena memang karya-karyanya itu penuh dengan imajinasi yang cukup mendalam sehingga mampu menyentuh kehidupan manusia.

Novel Kang Abik kali ini akan menyusul karya-karya yang lainnya, seperti Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, dan Ayat-ayat Cinta yang sangat monomental pada eranya. Novel “Cinta Suci Zahrana” rencananya akan difilmkan nanti pada bulan Desember 2012. Memang yang menjadi ciri khas dalam karya-karyanya terkait dengan kehidupan yang pernah dialami dan dilihat sendiri oleh Kang Abik.

Namun meski isi dari cerita itu berangkat dari alam sekitarnya, beliau tidak menggambarkan secara langsung penokohan dan setting yang berada dalam alur cerita yang dirintis dalam berbagai karyanya termasuk “Cinta Suci Zahrana” ini. Tidak jauh berbeda dengan karya-karya sebelumnya, yaitu novel-novel tentang penggugah pemuda dalam menjalani kehidupannya menghadapi suasana hati dengan dunia percintaan yang sangat ngetren pada masa sekarang.

Secara garis besar novel “Cinta Suci Zahrana” ini mengisahkan sosok gadis, perempuan yang berumur tua dan ia masih perawan, Dewi Zahrana. Usianya sekitar 35 tahun dengan menekuni karirnya di dunia pendidikan sebagai sosok dosen di sebuah fakultas tehnik swasta.

Dia enggan menikah karena lelaki yang menjadi pilihannya tidak ditemukan. Memang banyak laki-laki yang melamarnya, namun ia tolak dengan berbagai alasan yang rasional. Dia sering mendapat kata-kata ejekan karena menjadi perawan tua, ia menyadari menjadi perawan tua merupakan beban tersendiri dalam hidupnya. Apa boleh dikata ia teguh pendirian tidak mau menikah dengan orang yang bukan pilihannya (Hal. 171-236).

Kisah perawan tua yang ditokohi oleh Dewi Zahrana ini mengukuhkan pada prinsip pribadi gadis itu untuk tidak menikah kalau tidak sesuai dengan pilihan pribadinya. Namun dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang gadis yang normal ia juga merasa ingin hidup dengan seorang pendamping yang bisa menjadi teman dalam keadaan duka maupun suka.

Ketika ia sudah merasa ingin untuk mendapat jodoh, ia hanya berpasrah untuk dicarikan seseorang yang sesuai dengan keinginannya pada seorang sesepuh (Kiai) kenamaan di suatu desa yang terpencil yang keadaan alamnya masih belum tersentuh oleh polusi, masih steril dari gangguan tangan manusia, burung masih terdengar kicauannya dan alamnya rindang serta sejuk.

Berkat datang ke desa itu, ia mendapat saran, dan pasrah pada kiai itu untuk dicarikan calon pasangan hidupnya yang bisa menjadi teman hidupnya dalam keadaan duka maupun suka. Kali ini keinginan menjalin keluarga sudah berada di pelupuk mata. Laki-laki itu lebih muda dari usianya dan hanya tamatan SMA dan menjadi agen penjual kerupuk keliling, beda dengan dirinya yang sudah selesai S-2.

Pernikahannya pun akan dilaksanakan, berbagai peralatan nikah telah disiapkan segalanya. Namun sayang, takdir tidak berjalan sesuai dengan keinginannya itu. Calon suami yang sudah siap menikahinya tiba-tiba kecelakaan ditabrak kereta api pada malam hari, padahal acara pernikahannya sudah esok harinya (Hal.137).

Setelah kejadian itu ia stress dan bimbang ingin mengakhiri hidupnya. Namun, akhirnya, Dewi Zahrana sebagai sosok parawan tua itu mendapatkan jodohnya. Kebetulan ada lelaki yang melamarnya, ia adalah mahasiswanya sendiri yang sejak berada dalam bangku kuliah dibanggakan karena prestasinya. Umurnya jauh lebih muda dari usianya, lelaki itu adalah Hasan dengan usia 29 tahun sedangkan Zahrana sendiri sudah berusia 35 tahun. Hatinya berdebar rasa kaget dan bahagia menyatu dalam hatinya, keringat dingin mengucur di kulit mulusnya. Tak ada yang dapat ia katakan sepatah kata dari bibirnya yang penuh dengan sifat keramahan kecuali menjalani takdirnya menikah dengan mahasiswanya yang lebih muda dari usianya (Hal. 238).

Isi dari novel ini dengan bahasa kesusasteraannya yang begitu tinggi dan mendalam mampu memberikan sebuah nasehat. Kita sebagai orang tua tidak boleh memaksakan kehendak untuk menikahkan anak dengan orang yang bukan pilihannya, karena hakikatnya nikah itu untuk menjalin keharmonisan rumah tangga yang abadi. Selain itu pula yang akan menjalani kehidupan pasca-nikah itu bukan orang tua, tetapi mereka yang menikah. Begitu pula sebagai seorang perempuan tidaklah harus menunggu usia tua untuk menikah agar tidak mendapat problem yang begitu rumit seperti yang ada dalam kisah novel “Cinta Suci Zahrana”.

* Peresensi adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hp                                 : 087866119361

 E-Mail                        : john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: