Salat dan Implimentasinya Bagi Kehidupan

DUTA MASYARAKAT: Minggu 5 Juni 2011

Shalatlah Seperti Rasulullah Saw.

Shalatlah Seperti Rasulullah Saw.

Judul          : Shalatlah Seperti Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Penulis       : KH. Muhyiddin Abdusshomad

Penerbit     : Khalista

Cetakan     : I, Mei 2011

Tebal         : xiv+202 Hlm.

Peresensi   : Junaidi*

Salat ibarat madu yang masih belum diambil oleh seseorang dari sarang lebah. Mengambil madu sangatlah sulit, penuh dengan rintangan, yang mana salah satu rintangannya berupa serangan lebah yang akan menyengat, akan tetapi apabila kita telah mendapatkan madu tersebut kita bisa menikamti rasa manisnya dan tubuh kita akan menjadi kebal akan penyakit, tubuh kita akan menjadi segar bugar, apalagi apabila madu itu dicampur dengan bahan-bahan lain yang berkhasiat seperti telur, jeruk nipis khasiatnya akan lebih bertamabah. Begitu pula salat, salat memang sangat sulit untuk kita kerjakan, itu pun apabila kita males dan tidak pernah merasakan betapa tenangnya jiwa apabila telah terbiasa dengan melakukan salat lima waktu. Mengerjakan salat lima waktu akan menjadikan jiwa kita bersih, tenang, dan nyaman. Lebih-lebih lagi jika kita tambah dengan ibadah ibadah lainnya, baik itu berupa salat sunnah dan dzikir-dzikir lainnya. Manfaat salat akan lebih dari yang biasanya.

Melalui buku ini kita akan mendapat sebuah bimbingan dari tulisan  KH. Muhyiddin Abdusshomad mengenai salat dan implimentasinya bagi kehidupan. Menurutnya, salat merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan oleh Allah kepada seluruh umat Islam. Salat diwajibkan pada malam isra’ mi’raj nabi Muhammad, satu tahun sebelum hijrah. Proses kewajiban salat ini sangat istimewa, karena Allah memerintahkannya secara langsung kepada nabi Muhammad, tanpa dititahkan melalui malaikat jibril sebagaimana perintah-perintah Allah yang lainnya. Allah memanggil nabi Muhammad untuk menghadap Allah, kemudian memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan salat lima waktu.

Dalam peristiwa yang semacam ini tentu terdapat semacam rahasia yang tersembunyi. Salah satu penyebabnya adalah karena salat memiliki posisi yang sangat tertinggi dalam agama Islam. Sebagaimana hadits nabi Muhammad; Dari ibnu umar ia berkata, rasulullah bersabda, tidak ada iman bagi orang yang tidak bias menjaga amanah, tidak ada salat bagi orang yang tidak suci, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak mengerjakan salat. Karena sesungguhnya posisi salat dalam agama adalah seperti kepala yang ada di badan (HR. Thabrani).

Ada fadilah sanagt bear yang akan dirasakan oleh seseorang Muslim yang telah menunaikannya. Seorang Muslim yang telah melaksanakan salat  secara istiqamah, dengan khusyu’, dan penuh keikhlasan untuk menyembah dan mengharap ridha-Nya, akan merasakan betapa salat itu adalah sesuatu yang dapat memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membentuk kepribadian serta mengontrol tingkah laku dalam kehidupan.

Buku ini menjelaskan salah satu fungsi dari salat, yaitu bisa mencegah perbuatan buruk dan kemungkaran. Dijelaskan dalam sebuah ruwayat tentang maksud dari fahsya’ dan mungkar. Diantarany, fahsya’ maksudnya ialah zina, sedangkan mungkar maksudnya ialah maksiat kepada Allah. Dengan demikian, orang yang senantiasa istiqamah melaksanakan kewajiban salat dan terpenuhi semua syarat dan rukunnya, dilaksanakan dengan penuh penghayatan dan khusyu’, maka jaminannya ia akan terpelihara dari perbuatan zina dan dari segala bentuk maksiat kepada Allah.

Selain manfaat yang kami contohkan di atas, masih banyak lagi manfaat salat bagi jiwa, dan kehidupan kita yang tertera dan dijelaskan di dalam buku ini, baik dari segi jasmani dan rohani, spiritual, peningkatan etos kerja, dan lain sebagainya. Hal itu sebagaiman penjelasan nabi Muhammad seperti yang terdapat dalam kitab-kitab hadits serta penelitian yang dilakukan oleh para ulama dan ilmuan.

Salat bisa menyehatkan badan, terbukti dengan gerakan-gerakan dalam salat yang seperti olahraga. Seperti ketika menggerakkan tubuh pada bagian persendian dan ruas-ruas tulang, terutama ketia melakukan ruku’ dan kemuadian berdiri, ruas tulang persendian ikut bergerak, terutama pada bagian lutut. Akan tetapi hal itu tidak boleh diniatkan untuk melakkan olahraga, meskipin salat itu memiliki nilai olahraga yang tidak secara langsung. Jika kita berniat melakukan olahraga, maka sudah pasti salat kita tidak akan sah, hanya nilai olahraga yang akan kita dapat.

Melihat dari serangkaian manfaat dan pengaruh salat tersebut, maka sesungguhnya kitalah yang membutuhkan salat itu. Bagi diri seorang Muslim, salat adalah kebutuhan primer (pokok), khususnya untuk kebutuhan spiritual. Jika jasad lahir manusia membutuhkan makanan seperti beras, gandum, dan semacamnya untuk bertahan hidup, maka manusia juga perlu salat untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya, serta diikuti dengan melakukan beberapa ritual lainnya.

Buku yang bejudul Salat Seperti Rasulluh Saw. ini menyajikan berbagai macam salat, dari salat fardu, salat sunnah, dan hingga berdzikir. Di dalam buku ini penulis juga menjelaskan tata cara salat sebagaimana yang dilakukan oleh warga Ahlussunnah wal Jama’ah khususnya warga nahdliyyin, itu mempunyai sandaran dalil yang kuat, yakni berdasarkan hadits yang shaheh. Buku ini lebih bersifat klarafikasi terhadap tudingan bid’ah yang kerap kali dialamatkan kepada umat Islam yang berbeda keyakinan, khususnya kepada kaum nahdliyyin.

Penulis mengutip penjelasan ulama dari kitab-kitab fiqih konvensional kemudian diungkapkan juga hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah tersebut serta kualitasnya. Yang menjadi harapan adalah agar kaum nahdliyyin meyakini keabsahan sekaligus melestarikan tata cara salat sebagaimana yang telah diajarkan oleh ulama pesantern dari dulu sampai sekarang ini. Sedangkan bagi mereka yang mengikuti pendapat orang yang berbeda, mereka bisa mengetahui dan memahami dalil-dalil amaliyah tersebut agar melahirkan sikap saling menghargai di antara sesama Muslim.

Buku ini tidak hanya layak dibaca oleh kalangan nahdliyyin saja, akan tetapi bagi masyarakat umum yang ingin mengetahui betapa penting salat itu bagi kehidupan ini, dengan mengetahui beberapa cara yang ada di dalam buku molek ini, dari hal-hal yang wajib hingga hal-hal yang sunnah.

* Peresensi adalah Mahasiswa Department of English Literary IAIN Sunan Ampel Surabaya.

E-Mail: john_gapura@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: