Pemberdayaan Pegawai Daerah yang Adil

RADAR MADURA ● Senin, 21 Maret 2011

 Oleh: Junaidi*

 Di berbagai tempat dan daerah tentu terdapat beberapa pegawai. Baik itu pegawai sipil, dan atau pun pegawai daerah. Dari beberapa daerah memiliki banyak peluang untuk menjadi seorang pegawai. Namun, seseorang yang ingin menjadi seorang pegawai harus benar-benar mimiliki wawasan yang memang sesuai dengan keahliannya dalam melaksanakan tugas daerah tersebut. Meskipun tanpa keahlian yang memadai seseorang itu mempunyai peluang yang cukup bisa diandalkan untuk menjadi seorang pegawai daerah. Baik itu dengan cara yang benar atau dengan cara yang tidak sesuai dengan norma-norma dan kriteria pencalonan sebagai pegawai daerah.

Dari beberapa kasus, memang banyak orang yang ingin menjadi pegawai dengan cara yang tidak relevan dan tidak sesuai dengan kriteria kepegawaian. Hal yang semacam itu saya kira tidak asing lagi di mata masyarakat pada umumnya. Memang banyak orang yang ingin menjadi pegawai dengan cara yang tidak sportif. Kinginan tersebut muncul karena banyak persaingan, baik persaingan politik, jabatan, dan atau karena suatu hal yang memang direncanakan untuk menjatuhkan kejayaan pihak lain yang memiliki nasib yang lebih baik dari pada dirinya (iri). Hal yang semacam itu banyak terjadi di kepegawaian tingkat desa. Mereka menjadi pegawai tingkat daerah atau pun pegawai tingkat desa dengan kualitas pendidikan yang kurang memadai terhadap tugas yang akan diemban.

Mereka menjadi seorang pegawai dengan status bukan untuk kemakmuran bersama, akan tetapi untuk kemakmuran pribadi. Hal yang sangat ironi dan memprihatinkan lagi adalah status kepegawaian mereka yang perlu kita pertanyakan lagi. Mereka hanya mementingkan problematika hidup pribadinya sendiri dan pihaknya sendiri yang sependapat dengan pikiran mereka tanpa menoleh siapa yang berada di belakangnya. Padahal di belakang mereka masih banyak masyarakat yang masih mengulurkan tangan untuk mendapat keadilan dari mereka. Namun mereka masih tidak bisa mengendalikan sifat egonya yang hanya produktif bagi kepentingan pribadinya.

Dalam menjadi seorang pegawai dan agar banyak mendapat tanggapan atau respon yang baik dari masyarakat sebaiknya harus mendahulukan kepentingan bersama. Kepentingan bersama merupakan bentuk dibalik kesuksesan kita dalam menjadi seorang pegawai. Jika masyarakat mendapat banyak pelayanan yang baik dan adil mereka akan memiliki tanggapan yang baik pula. Begitu pula, jika kemakmuran bersama telah tercapai, kita sudah tentu akan merasakan juga. Namun, jika kepentingan pribadi yang tercapai, dan masyarakat yang menjadi korban atas kesuksesan pribadi, lalu siapa yang akan membina mereka untuk menjalani kehidupannya?

Keadilan Tanpa Kualifikasi

Dalam dunia politik keadila memang kurang diperhatikan. Dari itulah mungkin para pemuka agama Islam berani menghukumi politik itu najis. Politik memang tidak memandang bulu, baik itu lawan atau pun kroni polotik sendiri. Kenyataannya memang demikian dan itu tidak mudah untuk kita satukan antara politik yang satu dengan yang lainnya. Karena poitik menginginkan bagaimana kepentingan pribadinya itu bisa tercapai. Masalah kemakmuran menjadi urusan yang mutakhir.

Keadilan memang sangat sulit untuk diterapkan dan dilaksanakan. Kita memang menyadari betapa sulitnya seseorang untuk menerapkan dan melaksanakan sebuah keadilan. Kesulitan tersebut muncul dari pemihakan terhadap kongregasi dan relasi yang mereka anggap telah mendukungnya dengan suara bulat tanpa paksaan. Semestinya mereka tidak memihak kepada kroni mereka sendiri. Akan tetapi mereka harus bisa menyelaraskan kepentingan bersama demi trcapainya kemakmuran.

Mereka yang telah menjadi pegawai tentu ada yang memang sesuai dengan harapan masyarakat, tetapi merka yang sedemikian tidak begitu menyeluruh di tiap-tiap daerah. Orang yang memiliki sifat yang adil tanpa kualifikasi sangat sulit untuk dicari. Keberadaan yang semacam ini mungkin akan mencekal terhadap kemaslahatan hidup masyarakat yang sangat mengharapkan keadilan. Keadilan yang mereka berikan tidak sesuai dengan apa yang telah menjadi harapan masyarakat banyak.

Seperti contoh kejadian yang pernah saya alami. Saya pernah menjadi juara umum untuk lomba lari jauh di tingkat kecamatan di Sumenep Madura pada acara  paska Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI), dan saya merupakan utusan dari sekolah swasta. Namun, saya cuma mendapat sebuah hadiah penghargaan yang berupa beberapa buku tulis dan pena. Hadiah tersebut tidak semestinya hanya berupa buku dan pena. Akan tetapi berupa piala dan mendapat sertifikat dari pihak kecamatan seperti halnya sekolah-sekolah lain yang siswanya telah pernah menjadi juara umum dalam bidang olahraga. Sejak itulah saya kurang berantusias dalam merayakan HUT RI.

Dari pengalaman yang saya alami, patut kiranya pemerintah daerah untuk mengangkat pegawai daerah itu adalah orang yang benar-benar bisa berbuat adil. Mengangkat pegawai yang adil tanpa kualifikasi terhadap kongregasi tertentu, khususnya di daerah kecamatan Gapura Sumenep yang pada umumnya di Madura. Agar semangat masyarakat dan bangsa pada umumnya tidak mengalami deflasi yang cukup signifikan dalam bidang olahraga dan beberapa skil lainnya yang potensial. Apabila semangat masyarakat atau bangsa menurun, maka negeri kita sendiri yang akan menajadi korbannya.

* Penulis adalah lulusan SMA Al-In’Am Banjar timur Gapura Sumenep Madura,dan  anggota forum istighotsah malam jumat legi dan pengurus dibaiyah mingguan pondok pesantren Al-In’Am Banjar Timur Gapura Sumenep dan sekarang melanjutkan pendidikannya di IAIN Sunan Ampel Surabaya, jurusan Sastra Inggris (SI). Aktif di Pondok Budaya Ikon Surabaya, dan pengelola Majalah Dinding Pondok Pesantren Luhur Alhusna Surabaya.

E-Mail: john_gapura@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: